Kota Jambi Raih Penghargaan Terbaik II Nasional pada Indonesia’s SDGs Action Award 2025 I-SIM Award
Jambi (19/11/2025), Pemerintah Kota Jambi kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional pada ajang Indonesiaâs SDGs Action Award 2025 atau I-SIM Award yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas, Kota Jambi berhasil meraih Peringkat Terbaik II Nasional dari 77 Kota Partisipan I-SIM melalui inovasi unggulan Program Strategis LAGRO KOJA (Lahan Abadi Agro Kota Jambi).
Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dalam acara puncak penyerahan penghargaan yang berlangsung di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi daerah dan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) membuahkan hasil yang signifikan.
Keberhasilan Kota Jambi meraih posisi kedua tingkat nasional tidak lepas dari implementasi program unggulan LAGRO KOJA. Program ini dikembangkan sebagai solusi komprehensif untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengurangi ketergantungan Kota Jambi terhadap pasokan komoditas hortikultura dari luar daerah.
Dengan LAGRO KOJA Pemerintah Kota Jambi telah memanfaatkan lahan milik daerah, yaitu Balai Produksi Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (BPBTPHP) seluas 13,5 hektare, untuk pengembangan tanaman hortikultura secara berkelanjutan terutama cabai. Melalui pemanfaatan teknologi pertanian, pengendalian iklim mikro, dan kolaborasi lintas sektor, produksi cabai di Kota Jambi meningkat signifikan dari sebelumnya 6,5 ton/ha meningkat menjadi 9 ton/ha. Kenaikan produktivitas ini memberikan dampak langsung pada stabilitas pasokan dan harga pangan lokal.
Cabai merupakan komoditas yang sering memicu inflasi di Kota Jambi. Dengan adanya LAGRO KOJA, ketergantungan terhadap pasokan cabai luar daerah berkurang drastis yang berdampak pada stabilitas harga pangan dan terjaganya inflasi daerah.
Program ini melibatkan banyak pihak diantaranya Bank Indonesia, BULOG, BMKG, BRIN, BPS, Akademisi dan komunitas lokal. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem LAGRO KOJA sehingga mampu memberikan hasil yang optimal. Selain memproduksi komoditas hortikultura, kawasan ini juga dikembangkan sebagai pusat edukasi pertanian dan potensi agrowisata. Masyarakat, pelajar, dan petani dapat belajar langsung tentang teknik pertanian modern yang diterapkan di lapangan.
Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian PPN/Bappenas sebagai bentuk apresiasi terhadap daerah yang berhasil menerjemahkan target SDGs menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.